"Kami menangkapnya ketika buaya tersebut tiba-tiba naik ke darat saat kami mendulang emas pada tengah malam," ujar salah seorang warga ,Kasrin yang menangkap buaya itu di Desa Bambarema, Selasa.
Buaya tersebut kini diamankan di salah satu rumah warga di Desa Wambarema, satu kilometer dari lokasi.penambangan emas rakyat Sungai Tahi Ite.
Menurut Kasrin, dirinya beserta lima rekannya sedang mendulang emas di Sungai Wambarema pada Senin (6/10) sekitar pukul 23.30 Wita. Semula ia menduga bahwa buaya tersebut adalah seekor ular
Namun, lanjut dia, ketika buaya tersebut tiba-tiba naik ke darat di atas tumpukan pasir dan tampak kondisi bagian tubuhnya bersisik dengan warna keemasan, sehingga mereka serentak berusaha menangkap buaya itu.
"Buaya ini memang aneh, semua sisiknya berwarna keemasan dan masing-masing kakinya memiliki lima jari," ujarnya.
Buaya tersebut kini menjadi tontonan warga sekitar dan warga yang melihat langsung buaya itu meyakini bahwa buaya itu adalah "penjaga" sungai.
Pemilik rumah tempat penyimpanan buaya itu, Hamsah mengatakan, buaya tersebut akan dikembalikan ke sungai agar tetap hidup.
"Kami sepakat dengan warga dan Camat Poleang Utara untuk melepaskan buaya itu," ujarnya(*/bee)
EmoticonEmoticon